Sabtu, November 23, 2013

ulasan artikel Ambruknya Keserakahan Mall Sampoong



ARTIKEL

Ambruknya Keserakahan Mall Sampoong

Design dan Pembangunan
Sampoong departement store dibangun tahun 1987 hingga 1989. Berlokasi di distrik Seocho-gu, Seoul, Korea Selatan. Perubahan dilakukan oleh direktur Lee Joon dimana fungsi bangunan yang semula perkantoran dirubah menjadi department store. Beberapa kolom struktur dipotong sekitar 25 % agar escalator bisa dipasang. Saat kontraktor utama menolak melakukannya, Lee memecat mereka dan menyewa kontraktor lainnya untuk membangun bangunan tersebut. Bangunan dibuka untuk publik 7 Juli 1990 dengan pengunjung kira-kira 40.000 orang perhari selama 5 tahun, Bangunan ini terdiri dari sayap utara dan selatan dan dihubungkan oleh atrium.
Lantai kelima kemudian pertama kali direncanakan dibangun untuk arena skating dalam mematuhi peraturan zonasi yang mencegah seluruh bangunan digunakan sebagai sebuah departemen store. Fungsi sebagai tempat bermain sepatu roda tersebut diganti oleh pemilik gedung menjadi food court, dengan 8 restoran masakan tradisional korea berada di dalamnya. Arsitek dan para kontraktor yang ditunjuk untuk melakukan design dan konstruksi tambahan lantai tersebut tidak setuju karena di khawatirkan bagian bawah bangunan tidak dapat menahan beban. Pemilik gedung yang tidak mau mendengar kritikan ini, Lee kembali memecat arsitek dan semua kontraktornya, dan mencari kontraktor penggantinya sendiri.
Investigasi
Perubahan fungsi lantai lima dianggap menjadi awal mula kesalahan pembangunan. Karena ketika makan, masyarakat Korea duduk dengan tidak menggunakan kursi, maka pemanas ruangan ditaruh dibagian bawah lantai. Panas yang dikeluarkan oleh pemanas ini terus menjalar ke pilar-pilar penyangga gedung. Kemudian, getaran yang ditimbulkan oleh pendingin bangunan juga semakin memperburuk retakan diantara pilar-pilar gedung. Kemudian karena masyarakat korea duduk dengan tidak menggunakan kursi akhirnya dibuat pengecorang beton yang menimbulkan extra beban tambahan yang besar. Akibat penambahan ketebalan pelat lantai dan pendingin bangunan yang dipasang di atap, mengakibatkan penambagan beban aktual menjadi 4x beban rencana.
Beberapa penyebab runtuhnya bangunan hasil investigasi kondisi design dan perkembangannya serta kronologis keruntuhan adalah
1.      Pondasi dibangun di tanah yang tidak stabil,
2.      Kualitas beton di bawah standar,
3.      Diameter kolom 60 cm dari seharunya 80 cm,
4.      besi tulangan terpasang lebih kecil dari yang seharusnya,
5.      Besi tulangan lantai dipasang 10 cm dari selimut beton atas dari yang seharusnya 5 cm sehingga mengurangi kekuatan beton pelat lantai,
6.      Perubahan yang dibuat kemudian, seperti pemotongan kolom hingga 25 % dan penambahan 1 lantai diatasnya,
7.      Beban yang berlebihan pada beton pelat lantai lima karena memiliki ketebalan yang cukup besar,
8.      Pemindahan unit chiller AC yang melewati daerah yang tidak mampu untuk mendukung beban chiller yang begitu besar sehingga menimbulkan kegagalan struktur atap, dan
9.      Keterlambatan penanganan atas tanda-tanda awal keruntuhan gedung.
Penyelidikan ini akhirnya mengarah pada ditemukannya praktek korupsi besar-besaran dalam tubuh perusahaan. Akhirny Departement Kepolisian berhasil menangkap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Pemilik gedung, Lee Jon, di jatuhi hukuman penjara 10,5 tahun. Putranya yang merupakan CEO dari bangunan tersebut, Lee Han-Sang, dituntut sebagai pelaku pembunuhan berencana dan dipenjara selama 7 tahun. Manajer gedung dipenjara selama 5-6 tahun. Penyelidikan ini akhirnya mengarah pada ditemukannya praktek korupsi besar-besaran dalam tubuh perusahaan. Beberapa petugas kebersihan dan staff dinyatakan bersalah karena terbukti menerima suap dari perusahaan. Pejabat kota dan mantan kepala administrasi kota juga ditahan, karena kelalaian mereka dalam memeriksa kelayakan bangunan dan mengizinkan penggunaan materil bangunan yang kurang terjamin keamanannya.
Peristiwa yang terjadi di Sampoong menuntut pemerintah untuk meninjau kembali kelayakan bangunan di seluruh Korea Selatan. Hasilnya menunjukkan bahwa 20% bangunan dianggap tidak aman, 80% bangunan diwajibkan melakukan perombakan bangunan besar-besaran, dan hanya 2,5% bangunan yang dinyatakan aman untuk digunakan.
Peristiwa ini merupakan peristiwa yang paling tragis di Korea Selatan, sehingga peristiwa itu dianggap sebagai “The Largest Peacetime Disaster in South Korean History”. Sampoong Departement Store yang menjadi icon kemajuan kota Seoul pada saat itu, runtuh dalam waktu 20 detik, dengan 1.500 orang berada didalamnya. Kerugian ditaksir $ 216 million. Total korban meninggal disebutkan sebanyak 501 orang sedangkan 937 lainnya mengalami luka berat dan ringan.

ULASAN
Seorang ahli instruktur bangunan sangat yakin runtuhnya Sampoong Departement Store bukanlah disebabkan oleh ledakan bom yang dilakukan oleh kelompok teroris. Karena runtuhnya bangunan yang disebabkan oleh bahan peledak, pasti akan meninggalkan bentuk yang berbeda. Seperti ketika terjadinya pemboman di sebuah departement store di Oklahoma. Pada Sampoong Mall, seluruh lantai bangunan jatuh kebagian bawah bangunan. Ahli instruktur ini terus melakukan penelitian dan percobaan untuk menemukan alasan runtuhnya bangunan tersebut.
Pada kronologis kejadian, terdapat beberapa kali peringatan berupa suara kerasan dan retakan retakan besar yang ditemukan oleh petugas mall. Setelah dilaporkan kepada manager mall dan juga arsitektur bangunan tersebut, arsitek menyarankan untuk menutup mall hingga diketahui penyebab retakan retakan itu muncul. Namun, penutupan mall yang akan membuat kerugian yang sangat besar untuk perusahaan itu tentu tidak disetujui oleh direktur. Namun para petinggi di perusahaan tersebut kemudian meninggalkan mall dengan alasan untuk berjaga-jaga. Hal tersebut sangat tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat.
Setelah ditemukan retakan kedua di lantai lima, petugas mall mematikan mesin pendingin sehingga banyak pengunjung yang mengeluh akibat kepanasan. Mana mungkin sebuah mall besar bisa mematikan pendingin ruangan mereka ditengah kepadatan pengunjung. Namun sebetulnya Ketika manajer gedung mematikan AC satu jam sebelum bangunan runtuh, hal ini sudah sangat terlambat untuk dilakukan. Retakan di restoran lantai lima yang tadinya hanya sebesar kepalan tangan, telah melebar menjadi 10 cm. Dan akhirnya seluruh bangunan-pun runtuh, menimpa pengunjung yang terlambat menyelamatkan diri.
Pada 29 Juni, mall sampoong runtuh hanya dalam waktu kurang lebih 20 detik. Namun 59 menit sebelum keruntuhan tersebut, toko toko yang terdapat di dalam mall belum ditutup dan para pengunjung belum di evakuasi. Meskipun para petinggi mall tersebut memang sudah meninggalkan mall untuk berjaga jaga.
Hal tersebut sangat mengerikan ketika mengingat 4.000 orang masih berada didalamnya. Dimana berapa ribu orang yang sedang berada di basement pada waktu itu tentunya akan sulit mengetahui apa yang terjadi. Pasalnya suara keras yang ditimbulkan dari retakan dan pecahan kaca sesaat sebelum runtuhnya bangunan tersebut tidak terdengar hingga ke basement, dan sesaat kemudian bangunan tersebut runtuh bahkan rata dengan tanah hanya dalam waktu sektiar 20 detik saja. Tentunya bisa kita bayangkan begitu paniknya orang orang dan suasana yang terjadi pada saat itu. 1.500 orang tertimbun dibawah reruntuhan bangunan, 501 nyawa melayang dan 937 orang mengalami luka - luka. Tentunya Bencana ini menimbulkan kerusakan yang mendalam, bukan hanya dari segi infrastruktur namun juga dari segi kejiwaan korban, keluarga dan masyarakat kelas dunia. Kejadian ini akan membuat citra arsitek korea menjadi buruk dan tentunya berimbas kepada pemerintah dengan alasan kurang memperhatikan pembangunan di negaranya.
Dalam kurun waktu beberapa bulan pemerintah Korea Selatan dapat menemukan orang yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Dan ternyata kejadian ini dapat menuntun pemerintah menemukan praktek korupsi besar besaran yang terjadi didalam tubuh perusahaan tersebut. Praktek korupsi yang dilakukan ada kemungkinan sudah berlangsung lama mengingat pembangunan mall tersebut sudah berlangsung sejak lama dan didirikan sudah sekitar 5 tahun lamanya.
Pemberian sanksi atas kelalaian dan pelanggaran hukum di Korea Selatan bisa tergolong penanganan yang bagus. Dilihat dari pemberian sanksi hukuman penjara terhadap direktur, CEO Perusahaan yang merupakan anak direktur tersebut dan manager perusahaan atas pertanggungjawaban runtuhnya mall sampoong. Bahkan terhadap petugas kebersihan dan staff mall sampoong yang telah terbukti menerima suap dari perusahaan juga dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun. Hal tersebut memberitahukan kepada kita bahwa hukum di Korea Selatan sudah ditegakan dengan baik. Kemudian diadakannya peninjauan ulang kelayakan bangunan di Korea Selatan menandakan bahwa pemerintah disana sangat peduli akan masyarakatnya dan tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali.
Menurut saya, sumber masalah dalam bencana kali ini adalah pelanggaran integritas. Integritas yang saya artikan disini adalah kejujuran yang merupakan salah satu prinsip dasar menjadi seorang rekayasawan. Seorang rekayasawan yang baik tentunya tidak akan melupakan kode etik rekayasa, ia tentunya akan bertindak sesuai aturan dan koridor kode kode tersebut untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan membangun bangsa. Pelanggaran integritas yang saya maksud adalah terjadi di beberapa orang yang terlibat didalam kejadian ini. Pertama direktur yang merupakan pemimpin dalam pembangunan ini sudah membohongi hati nuraninya sendiri dengan bertindak serakah dan menutup mata akan resiko terburuk yang akan merugikan masyarakat. Ia hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan hal hal penting lainnya. Kedua adalah arsitek yang bertugas, menurut saya arsitek tersebut seharusnya bisa mengkalkulasikan kemungkinan kemungkinan kejadian di masa depan. Rekayasawan dalam hal ini memang bekerja untuk mempertimbangkan segala sesuatu untuk mengurangi resiko pahit yang akan merugikan semua pihak. Rekayasawan di dalam kasus ini tidak jujur terhadap dirinya sendiri dan dibutakan oleh pekerjaan yang nantinya akan menghasilkan uang pendapatan  untuk dirinya maupun team kerjanya. Rekayasawan tersebut seolah membiarkan kejadian seperti itu terjadi suatu saat. Rekayasawan juga terlalu tunduk terhadap direktur yang memang sudah terbukti serakah dan tidak mau mempertimbangkan kondisi fakta dilapangan.
Hal lainnya yang melanggar kode etik rekayasa adalah adanya praktek korupsi besar besaran di dalam tubuh perusahaan, hal ini terbukti dengan penggantian bahan baku bangunan dengan bahan baku yang lebih murah dan kurang dari standar ideal yang ditentukan. Tentu saja penggantian bahan bahan murah ini merupakan tindakan korupsi dana.
Di Afrika, korupsi mengakibatkan banyak negara tidak dapat berkembang dengan baik, dan banyak masyarakatnya yang mati karena terlalu miskin. Di negara-negara berkembang (Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Amerika Selatan), masyarakat dan pemerintah telah menyadari bahaya korupsi, dan sudah adanya sikap untuk menolak praktek-praktek korupsi, namun tentu saja masih membutuhkan waktu yang lama untuk mendirikan pemerintahan bebas korupsi. Seperti kebijakan yang dulu pernah ditetapkan oleh pemerintah China: pemusnahan satu keluarga jika salah satu anggotanya keluarganya terbukti melakukan korupsi. Meskipun melanggar HAM, tetapi efek jera yang ditimbulkan sangat efektif.
Sementara itu di negara-negara maju, praktek korupsi masih tetap terjadi, namun dengan skala yang sangat kecil. Masyarakat di negara-negara maju sangat sadar dengan bahaya korupsi, mereka bahkan sangat peka dengan hal-hal yang berbau penyuapan . Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa setiap orang atau setiap pemerintahan harus lebih sadar akan kebiasaan tindakan korupsi yang tidak pernah berujung kepada hal-hal yang menguntungkan.
Ada beberapa hal berharga dari kejadian ini yang dapat kita ambil maknanya agar kita tidak mengalami hal yang sama dikemudian harinya. Hal pertama adalah keserakahan adalah sesuatu yang merugikan terasa enak diawal namun lama kelamaan akan semakin merugikan untuk diri sendiri dan orang lain. Yang kedua adalah adanya korupsi yang dilakukan didalam pembanguan akan menyebabkan berkurangnya kualitas dari bangunan tersebut. Yang ketiga adalah rekayasawan harus bisa mempertahankan idealisme kerekayasawanannya untuk menjaga keselamatan rakyat dan mencegah terjadinya hal hal yang tidak terduga. Yang ke empat adalah pujian terhadap tindnakan pemerintah Korea Selatan yang sigap dan cerdas dalam menghadapi masalah yang terjadi di daerahnya. Yang kelima tentunya sebagai rekayasawan yang baik kita harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan tanpa melakukan korupsi dalam bentuk apapun.

SUMBER :



Nama       : Ayuninda Agusandra             Tanggal           : 12 September 2013
NIM         :16613202                                 Mata Kuliah    :  Pengantar Rekayasa dan Desain
Fakultas   : FTSL                                       Tugas Ke        :  2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ayo kasih komentarnya .. biar aku bisa lebih baik ... jangan lupa ,, komentarnya berupa kritikan dan pujian yang membangun ya :)