Sabtu, November 23, 2013

KULKAS



A.      Apa fungsi dan manfaat dari Kulkas ?
Pada awal perkembangannya kulkas digunakan sebagai alat untuk membekukan air atau alat untuk membuat es batu. Namun seiring berkembangnya zaman, fungsi kulkas juga sudah berkembang menjadi alat pendingin dan alat pengawet makanan. Kulkas dapat mendinginkan makanan dengan membuat suhu didalam alat dibawah suhu kamar, bahkan kulkas dapat membuat es batu dengan cara menurunkan suhu menjadi  0 derajat celsius sesuai dengan titik beku air di bagian ruang pembeku. Sedangkan kulkas saat ini juga dapat digunakan sebagai alat penyimpanan makanan sekaligus pengawet makanan. Hal ini dikarenakan kulkas dengan suhu yang rendah dapat membuat mikroba sulit berkembang biak sehingga makanan lebih tahan lama dan tidak mengubah rasanya

B.       Bagaimana cara kerja Kulkas ?
Sebelumnya, untuk lebih memahami cara kerja dari kulkas, kita harus mengetahui komponen komponen dan fungsi komponen dalam Kulkas tersebut terlebih dahulu.
1.      Kompresor
Kompresor merupakan bagian terpenting di dalam kulkas . Apabila di analogikan dengan tubuh manusia, kompresor sama dengan jantung yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh begitu juga dengan kompresor. Kompresor berfungsi memompa bahan pendingin keseluruh bagian kulkas .
2.      Kondensor
Kondensor adalah alat penukar kalor untuk mengubah wujud gas bahan pendingin pada suhu dan tekanan tinggi menjadi wujud cair. Jenis kondensor yang banyak digunakan pada teknologi kulkas saat ini adalah kondensor dengan pendingin udara. Yang digunakan pada sistem refrigrasi kulkas kecil maupun sedang. kondensor seperti ini memiliki bentuk yang sederhana dan tidak memerlukan perawatan khusus . Saat lemari es bekerja kondensor akan terasa hangat bila dipegang.
3.      Filter
Filter ( saringan ) berguna menyaring kotoran yang mungkin terbawa aliran bahan pendingin yang keluar setelah melakukan serkulasi agar tidak masuk kedalam konpresor dan pipa kapiler. Selain itu , bahan pendingan yang akan disalurkan pada proses berikutnya lebih bersih sehingga dapat menyerap kalor lebih maksimal.
4.      Evaporator
Evaporator berfungsi menyerap panas dari benda yang di masukkan kedalam kulkas, kemudian evaporator menguapkan bahan pendingin untuk melawan panas dan mendinginkannya. Sesuai fungsinya evaporator adalah alat penguap bahan pendingin agar efektif dalam menyerap panas dan menguapkan bahan pendingin, evaporator di buat dari bahan logam anti karat, yaitu tembaga dan almunium.
5.      Thermostat
Thermostat memiliki banyak sebutan antara lain temperatur kontrol dan cool control. Apapun sebutannya, thermostat berfungsi mengatur kerja kompresor secara otomatis bedasarkan batasan suhu pada setiap bagian kulkas. Bisa dikatakan, thermostat adalah saklar otomatis berdasarkan pengaturan suhu. Jika suhu evaperator sesuai dengan pengatur suhu thermostat, secara otomatis thermostat akan memutuskan listrik ke kompresor.
6.      Heater
Hampir keseluruan kulkas nofrost dan sebagian kecil kulkas defrost dilengkapi dengan pemanas ( heater ). Pemanas berfungsi mencairkan bunga es yang terdapat di evapurator . selain itu pemanas dapat mencegah terjadinya penimbunan bunga es pada bagian rak es dan rak penyimpan buah di bawah rak es.
7.      Fan motor
Fan motor atau kipas angin berguna untuk menghembuskan angin . pada kulkas ada dua jenis fan
a.      fan motor evaporator
Berfungsi menghembuskan udara dingin dari evaporator keseluruh bagian rak ( rak es , sayur ,dan buah ).
b.      fan motor kondensor
kipas angin ini diletakkan pada bagian bawah kulkas yang memiliki kondensor yang berukuran kecil yang berfungsi mengisap atau mendorong udara melalui kondensor dan kompresor . selain itu berfungsi mendinginkan kompresor.

8.         Overload motor protector
Adalah komponen pengaman yang letaknya menyatu dengan terminal kompresor. Cara kerjanya serupa dengan sekering yang dapat menyambung dan memutus arus listrik. Alat ini dapat melindungi komponen kelistrikan dari kerusakan arus akibat arus yang dihasilkan kompresor melebihi arus acuan normal.
9.      Bahan Pendingin (Refrigerant)
Refrigerant adalah zat yang mudah diubah wujudnya dari gas menjadi cair, ataupun sebaliknya. Jenis bahan pendingin sangat beragam. Setiap jenis bahan pendingin memiliki karakteristik yang berbeda.
Setelah mengetahui komponen beserta fungsi komponen dalam kulkas, kita dapat lebih mengetahui sistem kerja dalam lemari es sebagai berikut :
Sistem kerja lemari es dimulai dari bagian kompresor sebagai jantung kulkas yang berfungsi sebagai tenaga penggerak. Pada saat dialiri listrik, motor kompresor akan berputar dan memberikan tekanan pada bahan pendingin. Bahan pendingin yang berwujud gas apabila diberi tekanan akan menjadi gas yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Dengan wujud seperti itu, memungkinkan refrigerant mengalir menuju kondensor.
Pada titik kondensasi, gas tersebut akan mengembun dan kembali menjadi wujud cair, Refrigerant cair bertekanan tinggi akan terdorong menuju pipa kapiler. Dengan begitu refrigerant akan naik ke evaporator akibat tekanan kapilaritas yang dimiliki oleh pipa kapiler. Saat berada di dalam evaporator, refrigerant cair akan menguap dan wujudnya kembali menjadi gas yang memiliki tekanan dan suhu yang sangat rendah. Akibatnya, udara yang terjebak di antara evaporator menjadi bersuhu rendah dan akhirnya terkondensasi menjadi wujud cair. Pada kondisi yang berulang memungkinkan udara tersebut membeku menjadi butiran-butiran es. Hal tersebut terjadi pada benda atau air yang sengaja diletakkan di dalam evaporator.
C.       Prinsip mekanika apa yang berlaku dalam Kulkas ?
-  Prinsip Termodinamika I menjelaskan kekekalan energi, yaitu energi kalor yang dapat menjadi energi lain. Di dalam kulkas bahan pendingin berwujud gas kemudian diberi tekanan sdan berubah menjadi gas yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Kemudian pada titik kondensasi gas tersebut berubah menjadi wujud cair, dan setelah itu wujudnya kembali menjadi uap namun dengan tekanan dan suhu yang rendah.

-  Prinsip kerja kulkas sebenarnya juga menggunakan prinsip Hukum Termodinamika II yang di kemukakan oleh Kelvin-Planck dan Rudolf Clausius yang berbunyi:
“Kalor mengalir secara Spontan dari Sumber suhu tinggi ke sumber suhu rendah”.
Akan tetapi, tidak semua kalor yang di pindah semata mata akan menjadi usaha, harus ada sisanya (sesuai formulasi Kelvin-Planck). Kulkas harus memindahkan kalor dari dalam kulkas keluar kulkas, Akan tetapi kalor tidak akan mengalir secara spontan dari suhu tinggi ke suhu rendah. Oleh karena itu di perlukan sebuah pompa kalor (pendingin) yang akan mengalirkan kalor dari suhu rendah ke reservoir suhu tinggi (lingkungan).Pada kulkas kita harus menambahkan usaha agar dapat mengalirkan kalor ke suhu yang lebih tinggi . Suhu dalam kulkas (sistem) akan semakin turun karena kalor diambil oleh pompa kalor untuk di bawa keluar (lingkungan). Dalam pengambilan ini di perlukan pompa yang dikerjakan oleh energi listrik untuk mengambil kalor dalam kulkas yang selanjutnya di alirkan keluar.


Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ayo kasih komentarnya .. biar aku bisa lebih baik ... jangan lupa ,, komentarnya berupa kritikan dan pujian yang membangun ya :)